itu
membuat
panas
dan
bisa
membakar
begitulah orang jaman dulu membuat api
menggesekkan kayu di batu bersebelah daun kering
begitulah orang masa kini memantik api
menggesek kepala batang korek ke pinggir kotaknya
begitulah para perokok memercik api
menjentik percik berhembus gas
…
gesekan
itu
panas
dan
bisa
membakar
begitulah engkau dan aku
bergesek kulit kita dan kita menjadi panas
…
menghindar
atau terbakar…
Berbagi
Category Archive for 'poem'
Kututup kedua mataku biar tak lagi kulihat wajahmu….
Posted in poem on Jan 27th, 2009
Juga semua huruf yang kautitipkan pada angin dan lautan
Atau setiap jengkal jalan yang kita lewati
Karena setiap pandangan mengajak nafas tertahan
Setiap goyang dahan dan kilau cahaya
Berbagi
Lambungku masih bergolak….
Posted in poem on Jan 17th, 2009
Melontarkan lagi setiap benda yang berjudul ‘makanan’
Sampai ibuku membuat selamatan
Menyembelih tujuh ekor sapi
Ketika aku berhasil menelan sesuap nasi
Aku seperti orang kehausan di tengah derasnya hujan
Kedinginan dibakar terik matahari
Menggigil dan gerah bergantian
Dendamku bersalin-salin rupa
Dari cinta menjadi benci menjadi cinta menjadi benci menjadi cinta dan seterusnya
Dari rindu menjadi muak menjadi rindu menjadi muak menjadi rindu dan selanjutnya
Mataku [...]
menitik air mata…
Posted in cerita dari sekitar, poem on Jan 6th, 2009
bukan ayah
bukan ibu
bukan kakak
bukan adikku
bukan anak
bukan saudara
bukan siapa-siapaku
…
mereka hanyalah warga palestina
yang teraniaya…
ya Allah tabahkanlah
ya Allah kuatkanlah
ya Allah turunkan rahmat-Mu
Berbagi
karena aku sama sekali tidak bisa meraba
sedang dadaku tak henti berdegup merasa
Kau sedang siapkan sesuatu untukku
aku tahu
Kau mudahkan setiap yang menyulitkan
Kau ringankan setiap yang memberatkan
Kau selalu siapkan jalan
tapi Tuhan,
maukah Kau bocorkan sedikit saja
rencanaMu untukku?
karena aku sama sekali tak tahan
terus-terusan penasaran.
Berbagi
bukan menunggu berganti tahun
karena bagimu lebih dari sekedar itu
walaupun aku baru menjadi
saksi
sepertiga dari usiamu kini
aku ingin terus menjadi
saksi
penghujung tahun
setiap tahun
di sisa usiamu kini
hingga nanti
selamat ulang tahun, Han…
*untuk suamiku*
Berbagi
aku sedang segar….
Posted in poem on Dec 26th, 2008
seperti delima merah yang merekah
aku sedang wangi
seperti bunga kanthil di malam hari
….
aku sedang beku
seperti bunga es di freezerku.
Berbagi
berkali-kali bunuh diri
Posted in poem on Dec 24th, 2008
kucoba menenggak obat serangga
tapi rasanya tak enak dan aku muntah
kutelan seratus butir obat tidur
tapi mama menemukanku
dan dokter menghidupkanku lagi
kusayat nadi
tapi si empunya silet sadar siletnya hilang
dan menemukanku membasahi kasur dengan darahku
kini hanya ada bekas luka yang telah kering di pergelangan tangan kiriku
sekarang aku berdiri di selasar luar lantai tujuh
pagi masih sepi dan tak ada yang melihatku
aku [...]
dapatkah kau lihat rasaku
Posted in poem on Dec 23rd, 2008
dalam diamku?
dapatkah kau lihat rinduku
dalam diamku?
dapatkah kau li hat jenuhku
dalam diamku?
dapatkah kau lihat lelahku
dalam diamku?
dapatkah kau lihat marahku
dalam diamku?
dapatkah kau lihat harapku
dalam diamku?
dapatkah kau lihat bimbangku
dalam diamku?
dapatkah kau lihat hatiku
dalam diamku?
….
dapatkah kau lihat aku
dalam diamku?
Berbagi
kau(ku)tatap mataku(mu)
Posted in poem on Dec 22nd, 2008
bagaimana bisa aku menipu
satu nama telah menjadi hantu
bagimu(ku)
Berbagi