Posted in kata hati on Jan 6th, 2009 4 Comments »
dapet pe-er dari nina. mungkin ini untuk acara hari ibu-an. tapi aku memang ngga khusus merayakan hari ibu di tanggal 22 desember. aku menyayangi ibu sepanjang waktu. aku juga sudah menulis tentang ibu bukan di hari ibu.
Berbagi
Read Full Post »
Posted in kata hati, poem on Jan 1st, 2009 13 Comments »
karena aku sama sekali tidak bisa meraba
sedang dadaku tak henti berdegup merasa
Kau sedang siapkan sesuatu untukku
aku tahu
Kau mudahkan setiap yang menyulitkan
Kau ringankan setiap yang memberatkan
Kau selalu siapkan jalan
tapi Tuhan,
maukah Kau bocorkan sedikit saja
rencanaMu untukku?
karena aku sama sekali tak tahan
terus-terusan penasaran.
Berbagi
Read Full Post »
Posted in kata hati, poem on Dec 30th, 2008 11 Comments »
bukan menunggu berganti tahun
karena bagimu lebih dari sekedar itu
walaupun aku baru menjadi
saksi
sepertiga dari usiamu kini
aku ingin terus menjadi
saksi
penghujung tahun
setiap tahun
di sisa usiamu kini
hingga nanti
selamat ulang tahun, Han…
*untuk suamiku*
Berbagi
Read Full Post »
Posted in kata hati on Dec 28th, 2008 9 Comments »
SELAMAT TAHUN BARU
1430 H dan 2009 M
Semoga tahun yang akan datang dapat kita isi dengan lebìh banyak kebaikan…
Berbagi
Read Full Post »
Posted in kata hati, poem on Dec 19th, 2008 12 Comments »
karena aku bukan penyair
jangan minta aku merangkai nada
karena aku bukan penyanyi
jangan minta aku merangkai warna
karena aku bukan pelukis
…
aku hanya orang iseng.
Berbagi
Read Full Post »
Posted in cerpen, kata hati, poem on Dec 16th, 2008 7 Comments »
Bisa kurasa nafasku tak lagi memburu. Dan jantungku tak lagi berpacu. Hanya peluhku masih mengalir, membasahi rambutku. Mengalir lewat di sela kedua mata, di tepi bibir, ke dagu. Bertemu dengan yang mengalir menyusur telinga. Menyatu dengan semua yang keluar dari seluruh pori-pori. Bercampur darah di kedua kaki. Perih.
Berbagi
Read Full Post »
Posted in cerpen, kata hati, poem on Dec 14th, 2008 11 Comments »
Masih dari tempatku berdiri, di tepi jurang kehancuran, gelap berkabut pekat. Dingin menggigit tulang. Sunyi sepi mencekam. Aku bisa saja memutar badan lalu kembali pulang. Tapi hatiku berkata jangan. Dia ingin aku melangkah meniti jembatan sebatang, menuju sebuah batu yang menjulang dari dasar jurang. Katanya di sana ada bahagia.
Berbagi
Read Full Post »
*sebelumnya mohon maaf, ini bukan lanjutan cerita tentang kondom itu. sebuah interupsi. insya Allah lanjutannya akan naik besok, atau senin, atau… mbuh lah nanti sak senenge yang mau naikin :)*
Berbagi
Read Full Post »
bukan keduanya
ini adalah neraka, bagi jiwa yang sedang kau injak-injak harga dirinya. betapa kau menikmati suasana perang dan pertentangan. dan melihat orang lain bisa kau permalukan.
tak kau lihatkah raut yang gugup gelisah kehilangan kata? oh kau pasti melihatnya, karena itulah yang kau ingin lihat. karena itulah yang kau ingin semua orang lihat. dan kau […]
Read Full Post »
selamat pagi sayang…
ada telpon tadi malam?
aku menggeleng. dia meringkuk di pelukanku. diam.
kecewa?
dia mengangguk
sedih?
biasa saja
Berbagi
Read Full Post »