Posted in cerpen, sepenggal on Aug 23rd, 2008 14 Comments »
“Itu karena kau telah menyakiti hati anak-anakku”
Plakk..!!
“Dan itu karena kau telah tidur dengan suami orang, apa pun alasanmu”
“Bun…”
“Jangan panggil aku begitu. Kau tidak pantas panggil aku ‘Bunda’. Kau melakukannya di rumahku, di peraduanku…”
Read Full Post »
Rasanya baru kemarin, sambil terbaring lelah memandangi sosok mungil merahmu, setelah 5 jam berjuang mengantarkanmu hadir di dunia ini. Keajaiban yang Allah berikan di pelukanku…
Masih jelas saat-saat kita berdua saja di rumah. Mengisi waktu sambil menunggu Bapak pulang kerja.Melihatmu tumbuh dari waktu ke waktu. Berguling, merangkak. berjalan, berkata-kata. Bermain, bernyanyi, tertawa, menangis.
Masih terngiang suara […]
Read Full Post »
Posted in cerpen, lagu, sepenggal on Aug 7th, 2008 12 Comments »
Damarwulan tersungkur, ditinggalkan oleh Menak Jingga yang tertawa terbahak-bahak, merasa telah mengalahkan musuhnya. Tubuhnya remuk, oleh Gada Wesi Kuning yang berulang-ulang dihantamkan oleh Menak Jingga.
Dalam setengah sadarnya, terlintas lagi bayangan dirinya yang sedang mengarit rumput untuk kuda-kuda pamannya, Patih Loh Gender, dan sepupu-sepupunya Layang Seta dan Layang Kumitir. Anjasmara, putri bungsu Patih Loh Gender menghampirinya […]
Read Full Post »
Posted in sepenggal on Jul 5th, 2008 13 Comments »
boys and girls, please don’t try this at home. it’s very, dangerous…
kami baru saja selesai bercinta. tenggelam dalam kenikmatan yang melelahkan. istriku masih meringkuk di pelukanku. aku sendiri masih melayang.
“tam, kau bersihkan diri dulu”, bisiknya
“kenapa tidak kau dulu?”
dia cuma melenguh pelan, manja.
Read Full Post »
Aku diam. Tak bisa berkata-kata. Bukan tak mau, aku tak bisa. Sebagian diriku ingin membiarkan dia berbuat apa yang diinginkannya, sepanjang itu membuatnya bahagia. Itu yang selalu kuinginkan, for him to be happy. Tapi aku tidak bisa menipu diri sendiri, bahwa aku juga terluka.
Read Full Post »
Posted in cerpen, sepenggal on Jun 3rd, 2008 4 Comments »
it’s me you are talking to, don’t look away
and I touch your cheek softly, turn your head so you face me.
i’m afraid of the magic in you
i’m not a witchÂ
oh the look in your eyes. it’s so deep get into my hart through mine. i can’t stand, now i’m the one to look away.
i’m looking at […]
Read Full Post »
Posted in cerpen, sepenggal on May 29th, 2008 7 Comments »
lanjutan dari yang iniÂ
yang ingin baca versi utuh ‘inggris maksa’nya di siniÂ
Kentang di hadapanku telah habis entah ke mana. Aku sama sekali tidak merasa kenyang memakannya.
Aku berdiri membereskan piringku. Kutarik piringmu dan kubawa ke wastafel. Kucuci. Kukeringkan, dan kukembalikan ke rak. Aku ambil sebotol air putih dari kulkas dan membawanya bersama dua gelas kosong ke […]
Read Full Post »
Posted in cerpen, sepenggal on May 28th, 2008 3 Comments »
lanjutan dari yang ini
Untuk sesaat aku terpaku, apa yang kauharapkan kukatakan? Tapi cepat-cepat kutarik tanganku.
Detik selanjutnya aku menyibukkan diri membuka-buka rak mencari piring. Ya, tentu akan lebih mudah bagiku bertanya padamu. Dan tanganku yang gemetar membuatnya lebih sulit lagi, seluruh tubuhku bergetar… Tapi kubiarkan kau diam menunduk bertelekan tangan di meja. Begini akan lebih baik.
Ini […]
Read Full Post »
Posted in cerpen, sepenggal on May 27th, 2008 5 Comments »
*nulis in english takut banyak bikin kesalahan, akhirnya ditulis ulang dalam bahasa indonesia, dengan harapan akan lebih mudah nanti bikin lanjutannya*
***
Walaupun ada sedikit ragu, akhirnya aku beranikan diri melangkah masuk dan duduk.
“Kopi?â€, kau bertanya.
Aku menggeleng, “Kau tahu aku tidak minum kopiâ€
“Susu? Aku masih punya susu cair di kulkas, hangat atau dingin?â€
“Dingin aja. Ultra, atau Indo?â€
“Indo, […]
Read Full Post »
Posted in cerpen, sepenggal on May 26th, 2008 8 Comments »
so, with a little doubt inside my hart, I stepped in and sat in a chair.
“coffee?”, you asked.
I shook my head, “I don’t drink coffee”
“milk?, I still have some. cold or warm?”
“cold, will be nice. ultra, or indo?”
“indo, choc”
“that would be nice, thank you”
so you poured some in a glass and handed it to me. […]
Read Full Post »