Feed on
Posts
Comments

Category Archive for 'cerpan'

Membaca tulisan Agung Hima meninggalkan satu pertanyaan di kepalaku, kenapa Durna menolak Adipati Karna menjadi muridnya? Penasaran, aku bertanya kepada Bapak. Dan jawabannya jauh dari yang kuduga.
Bapak memperoleh pengetahuannya tentang cerita Mahabharata dari membaca cerita versi Wayang Purwa, dan mungkin ini yang membuat beda dengan yang ditulis mas Agung. Menurut cerita Bapak, bukan Adipati Karna [...]

Read Full Post »

“Bowo!” (6)

Terkait:
Bowo #1
Bowo #2
Bowo #3
Bowo #4
Bowo #5

Lobi sudah sepi. Tinggal beberapa anak semester awal yang masih setia menanti. Aku sudah selesai dari tadi, tapi aku menunggu Ranti. Dia dan Susan mendapat giliran terakhir menghadap Pak Heru.
Perasaanku tak karuan. Aku tidak tahu harus bangga atau malu dengan keputusanku yang tiba-tiba terlintas ketika tadi melihat Ranti lagi. [...]

Read Full Post »

“Bowo!” (5)

Terkait:
Bowo #1
Bowo #2
Bowo #3
Bowo #4
Bowo #6
Siang itu lobi lantai tiga di depan ruang dosen terasa seperti ruang tunggu dukun alternatif yang bisa menyembuhkan segala penyakit. Kursi yang dipasang sepanjang dinding di kanan kiri lobi penuh. Di sekitarnya, setiap celah dinding disandari mahasiswa. Masih belum cukup, beberapa orang luber duduk dan bersandar di tangga. Membawa [...]

Read Full Post »

“Bowo!” (4)

Terkait:
Bowo #1
Bowo #2
Bowo #3
Bowo #5
Bowo #6
Besoknya Anto datang bersama Helen ke kafe tempat aku biasa nongkrong bersama Rizal. Kelakuan Rizal dan Anto. Mereka langsung pergi dan meninggalkan Helen bersamaku.
Aku tidak bisa bilang tidak, Helen cantik. Laki-laki mana pun akan mudah menyukainya, atau mungkin bahkan jatuh cinta. Lihat saja, kulitnya yang putih dan halus tanpa [...]

Read Full Post »

“Bowo!” (3)

Terkait:
Bowo #1
Bowo #2
Bowo #4
Bowo #5
Bowo #6
Ranti tidak menjauhiku setelah kejadian itu. Tapi aku yang begitu. Karena berada di dekatnya mengingatkan aku tentang perasaanku, kekagumanku pada kesederhanaan yang membalut segala sisi kehidupannya. Berbicara padanya menjadi menyiksa. Karena aku tak sanggup lagi menatap matanya, lantas menemukan luka dibalik keceriaan yang tetap ditunjukkannya pada siapa saja.
Berbagi

Read Full Post »