Posted in kata hati, religi on Sep 27th, 2008 11 Comments »
segera tiba.
hari yang dinanti-nanti setelah sebulan penuh berpuasa. sudahkah ramadhan memberiku sesuatu? sudahkah aku menjadi orang yang lebih baik di mataNYA? ugh, kayanya belum. aku merasa aku masih orang yang sama seperti sebelum ramadhan, menyedihkan. aku tahu selama ramadhan aku lakukan ibadah lebih banyak dari hari biasa di bulan lain. tapi setelah ramadhan habis, […]
Read Full Post »
Posted in cerpen, sepenggal on Sep 27th, 2008 3 Comments »
Tenggorokanku sakit menahan tangis. Ya ampun, aku pengen nangis. Tapi masak sih sampai harus menangis?
Yoyok duduk saja di depanku. Tidak mencoba menenangkan atau menjelaskan apa pun. Padahal aku yakin sekali dia tahu kejengkelanku karena dia lupa membawakan pesenanku.
Berbagi
Read Full Post »
Posted in poem on Sep 27th, 2008 1 Comment »
untuk senyuman yang selalu kurindu
dan cerita tentang manusia manusia di sekitarmu
terima kasih untuk penantian
terima kasih untuk pelarian
terima kasih untuk kejutan
terima kasih untuk omelan
terima kasih untuk roda
terima kasih untuk kaca
terima kasih untuk cinta
terima kasih untuk tawa
terima kasih untuk waktu yang terbuang
terima kasih untuk amarah yang teredam
terima kasih untuk curahan kasih sayang
terima kasih untuk janji yang tertunaikan
Berbagi
Read Full Post »
Posted in lagu, musik, piano on Sep 26th, 2008 3 Comments »
katon bagaskara
lama ngga nyanyi…. belakangan lagi suka main ini, seisi rumah sampe bosen dengernya
Berbagi
Read Full Post »
Posted in Bowo!, cerbung, cerpan on Sep 25th, 2008 5 Comments »
Terkait:
Bowo #1
Bowo #2
Bowo #3
Bowo #5
Bowo #6
Besoknya Anto datang bersama Helen ke kafe tempat aku biasa nongkrong bersama Rizal. Kelakuan Rizal dan Anto. Mereka langsung pergi dan meninggalkan Helen bersamaku.
Aku tidak bisa bilang tidak, Helen cantik. Laki-laki mana pun akan mudah menyukainya, atau mungkin bahkan jatuh cinta. Lihat saja, kulitnya yang putih dan halus tanpa […]
Read Full Post »
Posted in poem on Sep 24th, 2008 9 Comments »
membawa gelisah
cumbu
tanpa rayu
degup
meletup-letup
riuh
bergemuruh
karam
tenggelam
sepi
merantai lagi.
Berbagi
Read Full Post »
Posted in Bowo!, cerbung, cerpan on Sep 23rd, 2008 4 Comments »
Terkait:
Bowo #1
Bowo #2
Bowo #4
Bowo #5
Bowo #6
Ranti tidak menjauhiku setelah kejadian itu. Tapi aku yang begitu. Karena berada di dekatnya mengingatkan aku tentang perasaanku, kekagumanku pada kesederhanaan yang membalut segala sisi kehidupannya. Berbicara padanya menjadi menyiksa. Karena aku tak sanggup lagi menatap matanya, lantas menemukan luka dibalik keceriaan yang tetap ditunjukkannya pada siapa saja.
Berbagi
Read Full Post »
Posted in Uncategorized on Sep 22nd, 2008 8 Comments »
gaji? honor? THR?
oh… I wish!!
tag… Pe eR! oh … mal… eh ngga. ni aku bikin
ardifa yang cecet cuet ngasih aku dua award ini
ah yang bener aja.. di mana letak kreatif dan brilliantenya blog ku ini? ya monggo saja, memang orang lain yang menilai. terima kasih…
dan ini peraturan buat yang menerima award:
1) Put […]
Read Full Post »
Posted in Bowo!, cerbung, cerpen on Sep 21st, 2008 4 Comments »
Terkait:
Bowo #1
Bowo #3
Bowo #4
Bowo #5
Bowo #6
*harap dibaca sambil menyanyikan ‘hardest thing’-nya 98degrees :D*
Kami sedang bermain cross dot di pergantian jam mata kuliah. Aku membalikkan kursi ke belakang sehingga berhadapan dengannya. Kami sudah bosan dengan deret 4 dan sekarang mencoba deret 5. Ranti menang terus. Dan itu membuatnya tersenyum terus. Dan itu membuat aku ingin […]
Read Full Post »
(200999 - 200908)
any boy would have never had a thought of me
but you saw in me what they didn’t
and you gave to me what they wouldn’t
nine years together
would it last forever?
for the love in you
I love you.
Berbagi
Read Full Post »