tragedi BLT
May 29th, 2008 by latree
di kantor pos XXO
dua orang wanita berlari-lari, melarikan diri setelah ketahuan mereka berusaha mencairkan dana BLT atas nama dua orang yang sudah meninggal
 ***
di kantor pos OOX seorang ketua rw datang membawa 57 kartu untuk mencairkan dana BLT, dan meminta petugas untuk membayarkannya secara kolektif, saat itu juga. noway, kata petugas, itu menyalahi prosedur. pak ketua rw ngamuk, sampai menendang meja, dan menyandera si petugas. akhirnya disepakati petugas kantor pos akan membayarkan hari itu juga, tapi tidak secara kolektif. dia dan mereka yang memiliki kartu itu datang ke rumah pak ketua rw; akan dibayarkan di sana. hasilnya, 50 kartu berdasarkan data fiktif, 7 yang lain ternyata orangnya sudah meninggal.
*begini lah kalau pakai data sekian tahun yang lalu*
karena untuk update data secara detil dan annual, ternyata biayanya lebih gede dari bantuan yang akan disampaikan, bingung kan?…
namane juga BLT….
pemerintah tak bisa belajar dari pengalaman yang lalu…
kebijakan yg bener2 maksa, tanpa ngerti n mau tahu gimana nantinya hasilnya ya begitu itu…. makin ribet ntu yg bikin kebijakan
BLT itu bukan subsidi bagi kaum miskin, tapi sebuah pembenaran agar kenaikan harga minyak bisa diterima masyarakat. Semacam quid pro quo.
Aduh social lagi socil lagi..pusing gw. mau nyari artikel ‘cinta’-nya dimana ya?
nah itu dia ada tags ‘CINTA’
tak keliks dulu yo?
@ semuanya:
karena saking bingungnya…. programnya juga program bingung
Bener! BLT itu semacam pembenaran buat naikin BBM. Padahal kita sendiri menghasilkan minyak. Kenapa mesti mengikuti harga minyak dunia? Kenapa?
semoga hal2 yg ky gini jadi “potret” pemimpin kita selanjutnya