kau buka pintu dan kau biarkan aku masuk (1)
May 27th, 2008 by La
*nulis in english takut banyak bikin kesalahan, akhirnya ditulis ulang dalam bahasa indonesia, dengan harapan akan lebih mudah nanti bikin lanjutannya*
***
Walaupun ada sedikit ragu, akhirnya aku beranikan diri melangkah masuk dan duduk.
“Kopi?â€, kau bertanya.
Aku menggeleng, “Kau tahu aku tidak minum kopiâ€
“Susu? Aku masih punya susu cair di kulkas, hangat atau dingin?â€
“Dingin aja. Ultra, atau Indo?â€
“Indo, coklatâ€
“Enak, terima kasihâ€
Jadi kau tuangkan segelas dan kau berikan padaku. Untuk beberapa saat aku hanya terdiam memandanginya.
“Ngga suka?â€
“Oh, sukaâ€, lalu mulai kuminum, sampai tetes terakhir.
Lagi, kupegang dan kupandangi gelas kosongku. Berdua kita terpaku dalam diam.
“Aku senang kau datangâ€, kau coba memecah keheningan.
“Aku juga. Kau tak tahu betapaâ€
Kau ambil gelas dari tanganku dan membawanya ke dapur, aku mengikutimu. Di sana, di dekat kulkas aku berdiri melihat kau meletakkan gelas di wastafel. Harusnya kulakukan sendiri. Aku tidak mau menjadi tamu di sini. Sama sekali tidak mau.
“Kau mau memasak untukku?â€, kataku.
“Kau mau aku masak apa?â€
“Apa aja. Kau yang pintar masak, bukan aku.â€
Lalu kau berjalan mendekati kulkas. Aku minggir sedikit, tapi masih bisa kurasakan sikumu menyentuh tanganku, dan sesaat dadaku berdebar.Kau buka kulkas, melongok ke dalam, dan mengeluarkan sesuatu.
“Ngga ada apa-apa. Cuma ada kentang. Tau apa yang bisa kubikin dari ini?â€
“Baked potatoes with cheese and chili?â€
Kau mengangkat bahu, “Apa lagi? Sial, aku bahkan tidak punya brokoli. Bukan sesuatu yang enak untuk makan malamâ€
“Jangan khawatir. Gak masalahâ€
Lalu kubantu kau membungkus kentang dengan aluminium foil. Oh Tuhan, dadaku serasa penuh dengan bass drum yang berdebam-debam dan ingin melompat keluar. Aku berusaha tidak melihatmu karena aku tahu aku tidak akan bisa mengendalikan diri. Kita berdua sibuk dengan kentang, pisau, keju, foil, microwave…. Bahkan hingga kentangnya sudah masuk microwave, kau dan aku berdiri saja berdampingan tak berkata-kata. Melihat ke arah microwave, menunggu bunyi beep . Sama sekali bukan kentangnya yang ada dalam pikiranku, entah apa yang kaupikirkan….
beep beep beep beep
Kau ulurkan tangan, kupikir akan membuka microwave dan mengeluarkan kentangnya. Tapi aku salah. Kau meraih tanganku. Aku memandangmu dengan pertanyaan mencecar di kepalaku, sedang kau memandangku dan menjawab pertanyaan tak terdengarku, dengan pertanyaan yang terucap,
 “will you stay for a night?â€
terkait:
kau buka piintu dan kau biarkan aku masuk (2)
kau buka pintu dan kau biarkan aku masuk (tamat)
makasih om, sarannya. emang pas cling-nya in english. tapi pas mau nglanjutinnya buntet. ga lucu kan kalo bagian pertama enggres, bagian keduanya endonesia, eh penutupnya jawa…
ya nanti deh, dibikin dua versi..
*edyan*
Wanna Exchange Link ?
yah, utch, ini udah ada lanjutannya dan udah tamat. search di you opened the door. enjoy!
oh it’s a shame… I’ll read the sequel